Masa SMA kalo kata anak gaul jaman dulu itu masanya putih abu-abuers (bye to putih biru). Bisa di bilang masa SMA itu adalah masa yang luar biasa dalam kehidupan setiap orang. Masa-masa dimana kita nyoba untuk memegang kendali dalam hidup kita sendiri, masa-masa kita mencari jati diri, masa-masa dimana kita nggak takut untuk melakukan kesalahan, karena segede apapun kesalahan yang kita bikin, toh bisa diperbaiki esok hari, haha *pikiran anak SMA banget*, masa-masa kita tiba-tiba males, tiba-tiba rajin, tiba-tiba jadi anak baik, tiba-tiba jadi anak bandel (kalo ini curhat). Masa SMA itu masa-masa yang indaaaaah, serunya ngasih kejutan pas temen ultah, serunya nyiapin slam at night bareng temen sekelas, serunya ekskul yang kita ikutin masing-masing, serunya main-main sepulang sekolah (kalo jaman dulu nyebutnya skullah) naik motor nggak pake helm, kalo ada pos polisi, yang dibonceng nunduk sambil ngiyem, hehe. and at least, masa-masa yang kalo di tivi tivi tuh ada ketua osis cakeeep banget, terus ternyata ketua osisnya juga anak basket, uda gitu kaya bawa mobil lagi, gataunya si ketua osis naksir sama cewek yang biasa banget, dari keluarga miskin tapi pinteeer dan juara kelas (kalo ini korban sinetron, perasaan smansa nggak gini-gini amat, haha ). Kangen nggak sih sama masa SMA? masa dimana pemikiran kita simple abis. Pemikiran yang simple, nggak banyak beban, bebas, lepaas dan ringan itulah justru yang bikin masa-masa ini paling dikangenin dan pingin diulang sepanjang masa.
Suer deh, pikiran paling berat semasa SMA itu palingan mikir bikin soal
pas pelajarannya pak sus (matematika), biar pertemuan selanjutnya nggak ujian.
Mikirin implementasi soal hukum newton nya pak dulari (setdah bahasanya!).
Mikirin soal kimia, soal fisika, ntar UNASnya gimana, soalnya apa?! haha. Tapi
biarpun bikin pusing, pingiiin rasanya pinjem mesin waktunya Doraemon, balik ke
masa SMA, kembali ke masa-masa awal masuk kelas sebelas IPA tiga terus ketemu
KATROK, hihihii. Kembali mengulang indahnya persahabatan. Nggak heran kalo kemudian
banyaaak banget orang bikin kalimat-kalimat indah tentang persahabatan mereka
masing-masing. Kayak kata pepatah “Friends
are like melons. you know why? Cause to find a really good one, you must a
hundred try!”. Dari sekian fase dalam perjalanan hidup kita, pasti kita
mengenal banyak teman, tapi teman yang akan selalu ada, saat susah senang, saat
bahagia dan berurai air mata, itu pasti nggak banyak. That’s why somebody also
write that “Friends are like stars, they
come and go. But the ones that stay are the ones that glow”. as the
sentence above, I assume that KATROK are one family as great as the stars that
always stay on to my heart and never leave, hihi.
Kalo inget KATROK, inget gilanya, inget senengnya, inget berantemnya,
inget ngegosipnya, inget main barengnya, kadang mikir juga apa masa SMA saya
bisa sedemikian unforgetable-nya kalo
saya nggak pernah ketemu mereka semua. Perhatian, kegilaan, kebersamaan dan
kehangatan pertemanan juga yang bikin ane ketawa kalo baca pepatah ini: “friendship is like peeing your pants. Every
one can see it, but only you can feel its warmth”. Bukan apa-apa,
masalahnya kalo ane setuju sama pernyataan yang dicetak miring diatas, artinya
I ever peeing my own pants so that I could feel how warm it is haha . Tapi yang jelas, pertemanan kita ini mungkin emang
bisa diliat orang banyak, tapi kehangatan dan perhatian pertemanan ini ya cuma
kita yang bisa ngerasain. Hal yang paling bikin ane percaya bahwa KATROK itu as
great as families in my whole life itu adalah, karena setelah sekian lama lost
contact dan hidup dalam dunia dewasa awal masing-masing, saat ada kesempatan
ketemu bareeng, as one team, kita ya tetep kita, pertemanan kita ya tetep
pertemanan kita. Cause actually “ friendship’s
meaning isn’t always being inseparable, but it is about being separated and
nothing changes ”, isn’t it? Terimakasih banyak teman, karena ditengah
kesibukan kita masing-masing kita masih bisa nyempet-nyempetin ketemu, main
bareng, gila bareng dan ketawa bareng. Jalan kita kan masih panjang, semoga di
sepanjang jalan itu kita nggak kehilangan momen untuk bersama dan berteman
selamanya, hihi. So then, We could tell our childs and grandchilds that “our friendship is like fairy tale. It been
there since once upon a time and will be there until forever after”. amiiin
amiiiin,,
ReplyDeleteamin.. amin yra :)
DeleteI LOVE THIS post! reaaalllyy love it!! :* Naaa, tulisanmu apik hahaha
ReplyDeleteSek urip Blog iki? haha
Delete